travel surabaya malang

5 Rekomendasi Candi di Malang Yang Wajib Anda Kunjungi

Please rate this

Travel Surabaya Malang

Travel Surabaya Malang

Travel Surabaya Malang – Malang Raya dikenal sebagai kawasan yang memiliki hawa yang sangat sejuk sekali. Kawasan Malang Raya terdiri dari kab. Malang, Kota Malang dan Kota Batu ini dikelilingi oleh kompleks pegunungan sehingga wajar apabila hawa di Malang relatif sangat sejuk. Di Malang Raya kita akan dengan mudah menemukan berbagai tempat wisata alam mulai dari gunung, air terjun hingga pantai. Bukan hanya wisata alam nya saja, namun ada juga wisata buatan, wisata modern, wisata sejarah, wisata edukasi, wisata religi hingga wisata kulinernya yang khas malang banget. Kota Malang ini sangat lengkap untuk tempat wisatanya jadi tidak heran lagi apabila kota malang mendapatkan julukan sebagai surganya tempat wisata oleh para wisatawan.

Nah kali ini Nayfa akan membahas tentang Wisata Sejarah seperti Candi, bangunan-bangunan kuno, peninggalan sejarah hingga museum. Namun kita akan lebih fokus untuk membahas tentang Candi, Jika bicara tentang Candi, kebanyakan orang akan langsung membayangkan Candi Borobudur ataupun Candi Prambanan yang memang sangat megah dan sangat mendunia. Namun seperti yang sudah banyak diketahui oleh masyarakat pula, candi-candi di Indonesia tidak hanya dua itu saja. Bahkan masih ada banyak sekali candi-candi lain yang tersebar di berbagai tempat di negara indonesia kita ini.

Di kota Malang saja, setidaknya ada beberapa buah candi yang dapat kamu temukan. Candi – candi tersebut menyimpan banyak sekali sejarah dan cerita yang sangat unik dan hal tersebut membuktikan bahwa adanya kejayaan kerajaan-kerajaan pada masa lampau yang ada di kota Malang. Berikut ini beberapa diantaranya, Yuk simak selengkapnya apa saja 5 Rekomendasi Candi di Malang Yang Wajib Anda Kunjungi.

1. Candi Jago

candi jago

Candi Jago terletak 22 km di sebelah timur dari pusat Kota Malang. tepatnya berada di Dsn. Jago, Ds. Tumpang, Kec. Tumpang, Kab. Malang Jawa Timur. Merupakan candi peninggalan pada masa kerajaan singasari yang dibangun pada abad ke-13 Masehi. Candi ini dibangun untuk menghormati kejayaan dari Raja Sri jaya Wisnuwardhana yaitu raja yang ke-4 dari kerajaan Singasari. Sekaligus raja yang memerintah pada saat itu yaitu Raja Kertanegara. Selain disebut sebagai candi Jago, candi ini juga terkadang disebut juga dengan nama Candi Tumpang. Karena berada di daerah Ds. Tumpang dan warga sekitar terkadang juga menyebutnya dengan Cungkup.

Dalam Kitab negarakertagama dan juga kitab pararaton. Dalam sejarah Candi Jago ini disebut juga dengan Jajaghu yang memiliki arti yaitu keagungan. jajaghu biasa digunakan untuk menyebut tempat yang  suci. Bagian atas candi hanya tersisa setengahnya saja, karena dari penuturan masyarakat sekitar lokasi candi, bagian atas candi yang rusak tersebut diakibatkan karena terkena pertir. Di Candi ini juga terdapat sebuah relief Pancatantra dan juga relief kunjarakarana. Relief Pancatantra merupakan relief yang menceritakan seorang brahmana yang sedang mengajarkan tentang arti kehidupan dan juga kebijaksanaan di dunia kepada para pangeran yang tidak dapat mendengar. Sedangkan Kunjakarana sendiri merupakan relief yang menceritakan tentang seorang raksasa yang taat terhadap ajaran agama Budha yang ingin bereinkarnasi sebagai manusia yang memiliki paras yang baik saat terlahir kembali. Hampir semua bangunan di candi jago menggunakan bahan baku berupa andesit. Candi Jago ini juga terdapat Arca Manjusri yang ditempatkan oleh Ardityawarman.

2. Candi Badut

candi badut

Candi Badut ini ditemukan pada tahun 1921 yang pada saat itu masih berupa gundukan bukit batu. Seorang kontrolir dari bangsa Belanda bernama Maureen Brecher adalah orang yang pertama memberitakan keberadaan dari candi badut ini. Candi badut ini diduga sebagai candi tertua di provinsi Jawa Timur dan diperkirakan dibangun pada masa jauh sebelum pemerintahan Airlangga dimana merupakan masa dimulainya pembangunan dari candi – candi di Provinsi Jawa Timur.

Beberapa ahli purbakala meyakini bahwa Candi Badut yang berada di Kota Malang ini dibangun atas perintah Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan. Hal ini sudah tertulis pada Prasasti Dinoyo pada tahun 682 Caka atau 760 Masehi yang telah ditemukan di Ds. Merjosari yang menjelaskan bahwa pusat Kerajaan Kanjuruhan adalah di daerah Dinoyo.

Prasasti Dinoyo sendiri disimpan di Museum Nasional Jakarta. Di dalam Prasasti Dinoyo terdapat tulisan yang menceritakan masa pemerintahan dari Raja Dewasimba hingga putranya yang bernama Sang Liswa. Dimana pada masa tersebut merupakan masa keemasan bagi Kerajaan Kanjuruhan. Candi Badut memiliki ciri khas seperti pahatan Kalamakara pada ambang pintunya yang membedakan candi ini dengan candi lainnya yang berada di Provinsi Jawa Timur. Selain itu pada relief kepala raksasa, yang umumnya pada candi di Jawa Timur dibuat lengkap dengan rahang bawahnya namun pada candi badut ini tidak lengkap.

3. Candi Kidal

candi kidal

Candi Kidal merupakan salah satu candi peninggalan dari kerajaan Singasari dan diperkirakan dibangun pada tahun 1248 M. Dibangun untuk menghormati masa pemerintahan dari Raja kedua kerajaan singasari yaitu Raja Anusapati dan juga candi tersebut digunakan sebagai tempat doa kepada Ken Dedes Ibu dari Raja Anusapati. Anusapati mulai memerintah pada tahun 1227 M hingga 1248 M, hingga akhirnya Raja Anusapati meninggal dan diduga dibunuh oleh Panji tohjaya yang ingin menguasai kerajaan singasari pada masa saat itu. Hal ini masih berhubungan dengan kutukan keris Empu Gandring. Candi Kidal juga merupakan salah satu candi peninggalan agama Hindu yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Candi ini terletak 20 km di sebelah timur kota Malang, tepatnya berada di Ds. Rejokidul, Kec. Tumpang, Kab. Malang, Provinsi Jawa timur. Arsitektur candi Kidal juga khas candi-candi kerajaan di Provinsi Jawa Timur. Candi ini pernah dipugar pada tahun 1990, guna untuk menjaga salah satu warisan nenek moyang yang sangat bersejarah di kota malang. Candi ini juga menceritakan tentang sebuah mitologi agama Hindu yaitu Garudayana. Dimana menceritakan mengenai pembebasan perbudakan dan dari cerita itu kita dapat mengambil pesan moral yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran. Hingga saat ini Candi Kidal masih cukup terjaga dan sangat terawat.

Info Travel : Travel Malang JuandaTravel Juanda MalangTravel Malang SurabayaTravel Surabaya Malang.

4. Candi Songgoriti

candi kidal

Daerah Songgoriti ini terkenal dengan adanya peninggalan sejarah dari abad ke-10. Yaitu adanya Candi peninggalan dari Kerajaan Singasari dan telah berkembang menjadi obyek wisata rekreasi hingga saat ini. Obyek wisata Songgoriti ini berada di kawasan lembah Gunung Banyak. Lebih tepatnya berada di Ds. Songgokerto, batu. Daerah Songgoriti sangatlah layak untuk di kunjungi ketika berada di malang karena memiliki nuansa alam yang hijau dan masih sangatlah alami, tentu saja hawanya sangat sejuk dan juga nyaman sekali. Bahkan Candi Songgoriti adalah candi tertua di Provinsi Jawa Timur lho. Candi Songgoriti ini terletak dekat dengan Tirta Nirwana Songgoriti, namun memang tidak terlalu banyak para wisatawan yang berkunjung ke sini.

Sejarah Candi Songgoriti atau yang juga disebut dengan nama Candi Supo ini pertama kali ditemukan oleh seseorang belanda yang bernama Van I Isseldijk pada tahun 1799. Candi Songgoriti memiliki karakteristik seperti candi-candi di provinsi Jawa Timur pada umumnya yang tidak terlalu luas. Dimensinya hanya 14.36 m x 10.10 m dengan tinggi 2.44 m. Candi Songgoriti ini juga memiliki keunikan di mana di bagian bawah candi terdapat sumber air panas yang di tengah-tengahnya menyembur mata air dingin. Konon menurut kepercayaan warga sekitar, mata air panas tersebut dahulunya digunakan untuk mencuci keris Mpu Sindok.

5. Candi Singosari

candi singosari

Candi Singosari adalah salah satu candi yang cukup terkenal di daerah Kota Malang. Candi Singosari termasuk salah satu candi bersejarah yang merupakan bekas peninggalan dari kerajaan Singasari itu sendiri. Candi Singosari merupakan Candi peninggalan yang menganut Budha-Hindu. Candi ini pertama kali ditemukan pada abad ke-18, pada tahun 1800 hingga tahun 1850. Candi Singosari ditemukan pertama kali oleh Belanda pada tahun 1980-an. Pada saat itu masyarakat sekitar menyebut candi tersebut dengan nama Candi Renggo. Sedangkan pihak Belanda menamakannya sebagai Candi Menara dikarenakan bentuk dari candi singosari yang menyerupai menara tersebut. Menurut masyarakat di sekitar lokasi, bangunan Candi budha di Indonesia ini dahulunya dinamakan Candi Cungkup. Karena pada saat ditemukan, candi ini mempunyai kondisi yang sudah rusak berat terutama bagian atapnya.

Hingga sekarang masih tidak diketahui siapa yang pertama kali berhasil menemukan candi singosari ini. Namun dalam catatan kepurbakalaan dicantumkan bahwa jika orang yang pertama kali menemukan adalah seseorang yang bernama Niclaus Engelhard yang menjabat sebagai Gubernur Pantai Timur Laut Jawa pada tahun 1801. Secara runtut banyak pekerja purbakala Eropa yang menambahkan laporan mengenai candi singosari tersebut seperti Thomas Stamford Raffles yang memberikan laporan pada tahun 1815. Lalu ada CGC Reinwardt dan J Th Bik pada tahun 1822. Dilanjutkan dengan HN Sieburgh pada tahun 1837. Jonathan Rigg pada tahun 1847. Serta R Verbeek pada tahun 1891.

Itu lah 5 Rekomendasi Candi di Malang Yang Wajib Anda Kunjungi, bagaimana apa traveller sudah menentukan ingin mengunjungi candi mana terlebih dahulu? Jangan terlalu lama berpikir langsung saja karena hanya di NayFa Travel yang sudah memiliki layanan terlengkap dan buka selama 24 jam Nonstop dengan tawaran Harga Terjangkau di Malang, tentunya sudah terpercaya karena sudah melayani ribuan pelanggan selama 5 tahun lebih dan semua pelanggan kami puas akan layanan NayFa Travel. Untuk melihat Testimoni para Pelanggan Silahkan cek di -> Testimoni NayFa Travel

travel bisa klik link -> Travel Malang Surabaya
paket wisata bisa klik link -> Paket Wisata Malang Batu
jasa sewa mobil bisa klik link -> Sewa Mobil Malang Surabaya
atau hubungi kami di -> NayFa Travel

Baca Juga : 5 Rekomendasi Bukit di Kota Malang Dengan Pemandangan Yang Sangat Epik

No ratings yet.

Travel Surabaya Malang Travel Surabaya Malang Travel Surabaya Malang