travel surabaya malang

Berkunjung Ke 5 Coban Di Malang Hanya Dalam Sehari

Please rate this

Travel Surabaya Malang
Travel Surabaya Malang

Travel Surabaya Malang adalah layanan travel yang tersedia di Nayfa Trans yang diperuntukan untuk warga surabaya atau para pendatang yang turun di bandara juanda untuk pergi menuju ke Kota Malang. Biasa para pendatang ataupun warga surabaya datang ke kota malang dengan tujuan bertemu keluarga, bisnis hingga berlibur. Kenapa kok liburannya di kota malang? jangan salah sobat travellers di kota malang ini sangat kaya akan pariwisatanya lho, mulai dari wisata alam, wisata modern, wisata sejarahnya hingga wisata kulinernya yang enak banget dan juga khas dari kota malang lho.

Tentunya hal tersebut yang membuat para wisatawan berbondong-bondong datang ke kota malang untuk menghabiskan masa liburannya. Nah kali ini nayfa akan membantu merekomendasikan liburan seru yang dapat dilakukan dalam waktu kurang dari sehari namun sudah terpuaskan dengan keindahan dari 5 coban yang ada di kota malang, yuk simak apa saja 5 coban tersebut.

Coban Malang

Coban adalah istilah lain dari Air Terjun atau beberapa orang juga menyebutnya sebagai Curug, Wisata alam berupa coban ini sangatlah banyak dan juga tersebar di seluruh wilayah malang raya. Namun ada juga 5 coban yang memiliki jarak tidak jauh dari 1 coban ke coban yang lainnya.

5 coban yang dimaksudkan berada di Ds. Ngadirejo, Berjarak sekitar 25 km ke arah timur Kota Malang. Untuk menuju ke sana, kita dapat menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Area Coban Jahe menjadi titik awal atau pintu masuk untuk menuju ke coban lainnya. Tiket masuknya Rp 10.000 ditambah parkir Rp 5.000. 

Yuk, simak 5 coban Malang yang bisa membawa kita pada petualangan menakjubkan. Beberapa juga punya nama dan cerita unik lho.  

1. Coban Susuh

Dari Coban Jahe menuju Coban Susuh membutuhkan waktu sekitar 45 menit perjalanan. Untuk menuju ke sana kita harus melewati perkebunan milik penduduk sekitar. Awalnya jalan masih datar saja atau normal, namun semakin lama akan terasa jalannya menanjak begitu sampai di wilayah hutannya. 

Coban Susuh ada di sekitar hutan wilayah Ds. Ngadirejo. Dari cerita yang berkembang, kawasan ini kabarnya sempat menjadi tempat persembunyian bagi para penduduk dan para pejuang dahulu ketika melawan para penjajah. Dalam Bahasa Jawa, Susuh yang artinya tempat tinggal yang sementara. Inilah mengapa orang menyebut air terjun dengan nama Coban Susuh. 

Debit air yang ada di Coban Susuh termasuk sudah lumayan besar. Airnya juga sangatlah bening. Di kedua sisi terdapat tebing-tebing yang cukup tinggi dan terlihat juga akar pohon panjang dan juga berlumut menghiasi tebing tersebut. Fenomena alam unik ini menjadi salah satu spot favorit bagi para pengunjung untuk berofoto ria. 

2. Coban Kodok

Dari Coban Susuh menuju Coban Kodok kita harus berjalan melewati hutan terlebih dahulu. Namun perjalanannya hanya membutuhkan waktu kurang lebih hanya 30 menit saja lho. Selain itu, Sobat Travellers wajib juga menyusuri jalan sepanjang sungai ini.

Coban Kodok secara ketinggiannya lebih tinggi daripada Coban Susuh tadi. Airnya sangat deras sehingga membuat percikan yang jatuh terasa seperti air hujan. Saking derasnya, bagian bawah coban seperti ada kabut-kabutnya gitu deh keren banget. 

Mengapa coban ini disebut dengan nama Coban Kodok? Konon menurut seorang warga yang juga menjadi guide atau pemandu untuk menuju coban ini, Maul namanya, air terjun ini mempunyai sejarah tersendiri. Dahulu saat jaman perang terdapat banyak sekali kodok yang hidup di sekitaran coban. Binatang-binatang tersebut menjadi santapan para pejuang dan tentara yang sedang bersembunyi dari kejaran tentara Belanda. Itulah mengapa air terjun ini dinamakan dengan Coban Kodok tersebut. 

3. Coban Sari

Coban Sari adalah titik pertemuan antara Coban Susuh dan juga Coban Kodok. Airnya yang sangat jernih dan juga memiliki permukaan tanah yang di sekitarnya lebih datar dibandingkan kedua coban sebelumnya. Tinggi air terjunnya kurang lebih setinggi 8 meter. Membutuhkan waktu sekitar 60 menit perjalanan dari Coban Kodok untuk menuju ke Coban Sari.

Karena area yang berada di sekitaran coban cukup nyaman untuk beristirahat, para penduduk setempat menyebutnya dengan nama Coban Sari. Di sini pengunjung juga bisa menghabiskan waktu lebih lama untuk melaksanakan sholat ataupun juga makan siang. 

Info Travel : Travel Malang JuandaTravel Juanda MalangTravel Malang SurabayaTravel Surabaya Malang.

4. Coban Tangkil

Perjalanan menuju Coban Tangkil, kita harus melewati dataran tinggi dan juga melawati jalan menurun. Setelah itu sobat travellers melewati jalan setapak yang berada di tengah perkebunan kopi hutan yang ditanam oleh penduduk sekitar. Jaraknya lumayan jauh dari Coban Sari yaitu memakan waktu sekitar 90 menit perjalanan. 

Bagi orang Jawa, Tangkil adalah sebutan untuk cangkul yang berukuran kecil. Lantas mengapa air terjun ini dinamakan Coban Tangkil? Menurut penduduk sekitar coban, konon dahulu di sekitar coban pernah ditemukan sebuah peti yang lumayan besar. 

Peti tersebut kemudian dibuka oleh para penduduk dan ternyata berisikan beberapa cangkul kecil. Entah tangkil tersebut milik siapa, tidak ada yang mengetahuinya hingga sekarang. Berdasarkan cerita tersebut akhirnya coban ini diberi nama dengan Coban Tangkil. 

Coban Tangkil memiliki tinggi sekitar 20 meter. Saat musim kemarau debit airnya cukup kecil. Di sekitar kawasan ini terdapat banyak sekali bebatuan berukuran yang besar. Para pengunjung dapat memanfaatkannya untuk berfoto-foto dengan latar air terjun yang cantik. 

5. Coban Ani – Ani

Dari coban sebelumnya, Coban Ani-Ani yang paling anti mainstream dan sangat unik. Selain harus melewati hutan dan menyeberang sungai yang licin, kita juga harus merangkak melalui sebuah celah kecil di bawah batu untuk mencapai ke coban. Pengunjung dapat memilih 3 jalur untuk menuju kesini. Jalan yang menanjak dan juga memutar, nyemplung ke sungai dengan batuan yang licin atau juga bisa merangkak di bawah celah batu. Semua tergantung kesiapan dan keberanian sobat travellers masing – masing.

Coban Ani – Ani ini mempunyai kisah yang hampir mirip dengan Coban Tangkil sebelumnya. Bedanya adalah di coban ini dahulu ditemukan alat pertanian berupa ani-ani atau alat untuk memotong padi. Cerita yang berkembang juga mengatakan bahwa coban ini dulunya sering digunakan orang untuk bertapa. Terlihat di belakang curahan air terjun terdapat semacam goa. Tempat itulah yang diyakini sebagai lokasi orang untuk bersemedi. Meski untuk menuju Coban Ani-ani medannya lumayan sangat ekstrim, di depan air terjun terdapat lahan yang cukup datar. Di wisata air terjun ini, para pengunjung dapat beristirahat untuk melepas lelah dan penatnya perjalanan.  

Itu lah Berkunjung Ke 5 Coban Di Malang Hanya Dalam Sehari, bagaimana apa traveller sudah menentukan ingin ngopi dimana?, Jangan terlalu lama berpikir langsung saja karena hanya di NayFa Trans yang sudah memiliki layanan terlengkap dan buka selama 24 jam Nonstop dengan tawaran Harga Terjangkau di Malang, tentunya sudah terpercaya karena sudah melayani ribuan pelanggan selama 5 tahun lebih dan semua pelanggan kami puas akan layanan NayFa Trans. Untuk melihat Testimoni para Pelanggan Silahkan cek di -> Testimoni NayFa Travel

travel bisa klik link -> Travel Malang Surabaya
paket wisata bisa klik link -> Paket Wisata Malang
jasa sewa mobil bisa klik link -> Sewa Mobil Malang
atau hubungi kami di -> NayFa Trans

Baca Juga : 5 Rekomendasi Tempat Ngopi Kekinian Yang Instagramable di Kota Malang

No ratings yet.

Travel Surabaya Malang Travel Surabaya Malang Travel Surabaya Malang